Namanya juga anak-anak!!
Anak-anak memang kerjaannya bermain dan sambil bermain mereka mempelajari sesuatu utk mengembangkan diri mereka. Setidaknya itulah yang kudapat dari teori-teori tentang psikologi anak.
Tapi, kadangkala mana tahan kalau menyaksikan mereka bermain di dalam rumah…..waduh berantakanlah mainannya hampir di seluruh sudut rumah. Cuma melihat keceriaan mereka lagi asyik dalam permainannya membuat hati ini lebih mengakomodir, dan sering berkata dalam hati, “Ah biarlah, nanti kalau mereka sudah bosan dengan mainannya baru diberesin”.
Lucunya anak-anak, mereka suka main sandiwara atau ‘aku jadi apa’. Dua anak balitaku, kalau sedang main ‘aku jadi apa’ ini paling sering memerankan papa dan mama atau main dokter2an. (Apa setiap anak lebih sering memilih peran ini ya? Tanya kenapa? )
Melihat mereka bermain asyik dan menyenangkan juga. Lucu mendengarkan dialog mereka, seperti “Mama pergi dulu ya, Papa nanti ke kantor kalau Mama udah pulang…” yang jadi papa menyahut, “Iya. Papa mau main sepeda dulu”. Nah lho, xixixixi…..Bagaimana kalau ini terjadi pada dunia orang dewasa. Masak papa berangkat ke kantor musti nunggu si mama pulang.. Kira-kira berapa lama ya perginya? Apa boss-nya papa gak senewen liat anak buahnya masuk sesukanya?? Ada lagi begini, Mbak Aysya jadi bu guru dan Ade Caciif jadi muridnya, sementara Adek Zui belum bisa main, cuma jadi penonton. “Ayo anak-anak baris dulu, mau masuk kelas”, seru ‘Bu Guru’ Mbak. Yang disuruh baris ternyata cuek-cuek aja nonton Dora Explorer lagi nyanyi, “Danau, jembatan, gunung tinggi”. Kontan bu gurunya ngambek dan berteriak kesal. Kalau sudah begitu, adek-adeknya baru mengikuti arahan ‘Bu Guru’ Mbak sambil cengar cengir berceloteh, “ya..ya..ya”.
Kadangkala waktu mereka bermain ‘aku jadi apa’ ini, timbul salah faham atau tidak akur dengan kata lain berantem, bisa karena ada sesuatu yang diperebutkan. Yah kadang boneka yang mau dipegang atau mainan lainnya. Kalau salah satu sudah nangis, dan lari ke ibunya maka bubarlah permainan itu untuk sementara (karena nanti pasti main lagi). Begitu terus setiap hari dan ketika mereka tidur siang, tinggallah diriku membereskan ruangan yang berantakan dengan segala barang dan mainan yang tadi mereka gunakan. Dalam hati sering terlintas, “Ah anak-anak, semoga Bunda dapat terus bersama kalian dan menyaksikan kalian tumbuh dewasa. Mengasuh dan menjaga kalian bersama Ayah adalah moment moment indah yang pernah Bunda miliki.”
Tapi kadang kala suka bete juga pas anak-anak lagi bad attitude. Misalnya merengek minta jajan selagi ada tamu. Kayanya kesempatan banget tuh mereka sebab kalau tidak dipenuhi, mereka akan terus bolak balik merengek dan menyela pembicaraan bundanya dengan tamu. Bikin Bunda rada tengsin dan malu sama tamu Bunda. Yah gimana yah, memang begitulah anak-anak. Namanya juga anak-anak!!


sofie05 8:40 am on 6 July 2010 Permalink |
hehehhee ya begitulah anak-anak banyak bgt tingkah polah yang lucu
yang kadang bikin orang dewasa malah tertawa karena ulahnya, bukannya marah2 sm mereka
oh ya log anda sy tautkan ke blog saya y…..
isinya bagus2 sesuai dengan kehidupan sehari2 pd umumnya
Hilyat Bunda AysyaHumayro 1:36 pm on 6 July 2010 Permalink |
thx banget utk apresiasinya. Saya juga minta izin menautkan blog anda di blog saya. Salam Persaudaraan
kisna adi kusuma 7:37 am on 16 June 2010 Permalink |
waduh.. bunda buat blog juga.. jadi pengen buat blog.. tp belum kesampaian.. -_-
Hilyat Bunda AysyaHumayro 2:06 pm on 16 June 2010 Permalink |